Jakarta
(asaddki.com), Pengprov Persinas ASAD DKI Jakarta merealisasikan
janjinya untuk menggelar kejuaraan intern pencak silat PS Persinas ASAD
di lingkup DKI Jakarta. Setelah sekian lama (terakhir tahun 2004) tidak
lagi mengadakan kejuaraan pencak silat antar padepokan, maka pada
Sabtu-Minggu 17-18 November 2012 kemarin dilaksanakan kegiatan "KEJURPROV REMAJA III PERSINAS ASAD DKI JAKARTA" yang bertempat di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat.
Kegiatan
ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum (Sekum) PB Persinas ASAD
Ir. H. Teddy Suratmadji, MSc dan dihadiri oleh seluruh pembina dari
masing-masing padepokan Persinas ASAD di seluruh DKI Jakarta. Dalam
amanatnya, Sekum PB Persinas ASAD Ir. H. Teddy Suratmadji, MSc
menegaskan bahwa Persinas ASAD harus siap tampil untuk membawa kejayaan
pencak silat di seluruh dunia.
"Para
atlet persinas ASAD sudah mendunia dan sudah banyak yang berhasil,
mudah-mudahan para pendekar Persinas ASAD akan menyebar di seluruh
dunia," tutur Sekum PB Persinas ASAD yang juga menjabat sebagai Sekjen
Persilat (Persatuan Pencak Silat Antar Bangsa) ini.
Hal yang tidak mudah namun tidak berarti mustahil. Sebab saat ini Persinas ASAD, yang di dunia pencak silat Indonesia dianggap bayi ajaib,
telah terbukti banyak menelurkan pesilat pesilat handal yang siap
ditampilkan dalam kegiatan kegiatan pencak silat skala nasional maupun
regional.
Setelah
pembukaan selesai sekitar pk. 11.00 Wib, acara inti berupa pertandingan
dimulai pk. 13.00 Wib dan selesai pada pk. 23.00 Wib. Penonton sangat
antusias mengikuti jalannya acara. Banyak diantara mereka yang jauh jauh
datang untuk menonton secara langsung acara ini. Penonton tidak hanya
dari Jakarta dan sekitarnya, banyak pula pecinta pencak silat yang
mengikuti acara ini dari luar daerah dan luar negeri, karena pada event
Kejurprov ASAD kali ini Pengprov Persinas ASAD DKI Jakarta menggandeng
LantaburTV (www.lantabur.tv) selaku media partner untuk menampilkan
jalannya acara via internet streaming dan disiarkan secara
langsung selama 2 hari berturut-turut, disamping menggandeng pula pihak
ANTV yang mengikuti jalannya pembukaan acara ini pada hari pertama
(Sabtu, 17 November 2012).
Minggu,
18 November 2012 acara resmi ditutup oleh Ketua Pengrpov Persinas ASAD
DKI Jakarta Kapt. Inf. (TNI) H. Kundori yang dalam amanatnya banyak
menyoroti mekanisme kegiatan Kejurprov Remaja III Persinas ASAD DKI
Jakarta tahun 2012 ini yang dianggapnya masih ada kekurangan
disana-sini.
Adapun
hasil akhir perolehan medali dalam kegiatan Kejurprov Remaja III
Persinas ASAD DKI Jakarta 2012 ini adalah sebagai berikut:
Terima kasih kepada:
1. Bapak bapak Dewan Pembina Persinas ASAD se-DKI Jakarta
2. Kepolisian Sektor Cengkareng
3. Senkom Mitra Polri Cengkareng
4. Lantabur TV
5. Seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini
Senin, 10 Desember 2012
BLOG Ini Aktif Kembali...!!
assalaamu'alaikum.
Sehubungan dengan adanya perbaikan pada website resmi Persinas ASAD DKI Jakarta (www.asaddki.com), maka kami selaku penanggung jawab website untuk sementara mengaktifkan kembali Blog ASAD-DKI ini.
Atas perhatiannya disampaikan ucapan terima kasih. Alhamdulillaah, Jazaakumullohu Khoiro.
salam,
Admin ASADDKI.com
Rabu, 14 November 2012
ASAD Lebarkan Sayap ke Negeri Kanguru
Aussie
(asaddki.com) - Bulan November 2012 ini menjadi tonggak sejarah baru
bagi PS Persinas ASAD dimana dua orang pesilat ASAD diundang APSF
(Australian Pencak Silat Federation) untuk mengajarkan ilmu pencak silat
kepada atlet atlet silat lokal Australia. Sebagaimana diketahui bahwa
Persinas ASAD telah lama manjajaki hubungan baik dengan APSF yang
ditandai dengan datangnya salah satu pesilat/perwakilan mereka David
Bachsinar untuk bersilaturrahim kepada para pesilat dan pengurus
Persinas ASAD di DKI Jakarta awal tahun 2012 lalu.
Jalinan kerjasama ini semakin bermakna tatkala saat ini para atlet Pencak Silat Australia mengundang dua pesilat dari Persinas ASAD (Sani Agung Widodo dan Janu Adhi Permana) untuk membagi ilmu silat kepada mereka. Dua orang perwakilan dari Persinas ASAD ini memulai tugas mereka pada 8 November 2012 dengan terlebih dahulu singgah di kota Sydney. Alhamdulillaah atas bantuan rekan-rekan dari Keluarga Besar Persinas ASAD yang telah lama tinggal di Sydney, mereka tidak menemui kendala berarti dalam mempersiapkan diri untuk melatih para atlet pencak silat Australia.
Saat ini kedua orang pesilat ASAD ini telah memulai tugas mereka dalam membagi ilmu pencak silat di Alphington, Victoria (Melbourne). Salah satu pesilat 'kiriman' dari Persinas ASAD, Sani Agung Widodo, menuturkan bahwa ada perbedaan besar dalam cara melatih pencak silat di Australia.
"Disini kita mesti melihat lebih dalam karakter mereka yang lebih suka tanding dibanding seni. Secara umum materi yang diberikan hampir sama dengan beladiri lain, namun kita tetap menyelingi unsur filosofis dan menjelaskan makna dan fungsi jurus-jurus pencak silat yang terlihat biasa saja. Yang jelas tetap berpegang pada unsur efektivitas seperti langkah dan strategi fight yang benar", ucapnya menjelaskan.
Mudah-mudahan gebrakan awal Persinas ASAD di Negeri Kanguru ini menjadi start awal yang baik untuk memasyarakatkan warisan budaya bangsa Indonesia agar tidak melulu terbelakang dibanding jenis-jenis beladiri lain dari Jepang, Cina, Thailand, Korea, atau Brazil. Semoga saja! (SA/TG)
Jalinan kerjasama ini semakin bermakna tatkala saat ini para atlet Pencak Silat Australia mengundang dua pesilat dari Persinas ASAD (Sani Agung Widodo dan Janu Adhi Permana) untuk membagi ilmu silat kepada mereka. Dua orang perwakilan dari Persinas ASAD ini memulai tugas mereka pada 8 November 2012 dengan terlebih dahulu singgah di kota Sydney. Alhamdulillaah atas bantuan rekan-rekan dari Keluarga Besar Persinas ASAD yang telah lama tinggal di Sydney, mereka tidak menemui kendala berarti dalam mempersiapkan diri untuk melatih para atlet pencak silat Australia.
Saat ini kedua orang pesilat ASAD ini telah memulai tugas mereka dalam membagi ilmu pencak silat di Alphington, Victoria (Melbourne). Salah satu pesilat 'kiriman' dari Persinas ASAD, Sani Agung Widodo, menuturkan bahwa ada perbedaan besar dalam cara melatih pencak silat di Australia.
"Disini kita mesti melihat lebih dalam karakter mereka yang lebih suka tanding dibanding seni. Secara umum materi yang diberikan hampir sama dengan beladiri lain, namun kita tetap menyelingi unsur filosofis dan menjelaskan makna dan fungsi jurus-jurus pencak silat yang terlihat biasa saja. Yang jelas tetap berpegang pada unsur efektivitas seperti langkah dan strategi fight yang benar", ucapnya menjelaskan.
Mudah-mudahan gebrakan awal Persinas ASAD di Negeri Kanguru ini menjadi start awal yang baik untuk memasyarakatkan warisan budaya bangsa Indonesia agar tidak melulu terbelakang dibanding jenis-jenis beladiri lain dari Jepang, Cina, Thailand, Korea, atau Brazil. Semoga saja! (SA/TG)
Langganan:
Postingan (Atom)




